Tugas Berantai (Lagi?!?!?!)

Sekali, eh dua kali lagi aku mendapat amanat dari seorang, eh, dua orang teman untuk mengerjakan tugas berantai. Tak tahu kenapa teman-teman saya ini senang sekali memberi Pe-eR. Mungkin mereka-mereka ini memiliki obsesi untuk menjadi guru! Beginilah kira-kira peraturan yang harus ditulis sebelum mengerjakan tugasnya.

1) Tulis nama dan link situs pemberi tugas.
Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas dari Eckha (http://cha_chaby.blogs.friendster.com/my_blog/ )
dan juga
Achie (http://vollk_tree87.blogs.friendster.com/achieachie/2008/04/tugas_berantai.html)

2)Tulis (lebih tepatnya copy n paste) peraturan seperti di bawah ini.
1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

OK, setelah 2 peraturan pra-tugas ini aku tulis, sekarang saatnya mengerjakan tugasnya! Dari peraturan nomor 2) point 2, kira-kita seseorang yang diberi tugas harus menuliskan 10 fakta (begitulah yang aku tau arti fact dari kamus) atau kebiasaan (kalau tidah salah ingat, habit berarti kebiasaan) tentang dirinya sendiri.

Mulai!
Endah itu…
1. Ndut!!!
Yah, semua orang juga bisa melihatnya. Dengan tinggi badan yang cuma 159, dengan berat yang 5*(edited) kg jadilah Endah ya seperti ini! Hhhh, biarin aja lah, saatnya cewe ndut berjaya! Cewe tipis, ga jaman kaleee!!!
2. Moody abis
Kalo ada satu hal atau satu orang aja yang bikin mood ga enak, semua bisa kena imbasnya. Tapi sih biasanya ga bertahan lama betenya! yah, skarang sih sedang dalam tahap mengubah kebiasaan jelek yang satu ini.
3. Cengeng banget
Dimarahin dikit.., nangis! Berselisih paham (halah bahasanya!) sama orang2 deket.., nangis! Bahkan nonton teenlit ga penting di TV aja nangis! Kayanya produksi air mataku berlebihan deh!
4. Kadang pendiem
Kalo lagi ada di tempat baru, atau di komunitas yang agak ga sesuai, bisa jadi pemdiem banget. Tapi kalo ada di tempat yang nyaman sama orang2 yang bikin aku nyaman ya bisa jadi berbalik 180 derajat. Rame banget!!! Tapi sekarang lagi pengen ngubah juga, biar ga terlalu rame lagi! Kan kata guru bahasa Indonesia pas SD dulu, “tong kosong nyaring bunyinya”. Males banget kan, disamain sama tong!
5. Kadang pemberani
Salah satu sisi yang berseberangan juga dalam diriku. Bisa jadi suatu saat pemberani banget (peninggalan zaman SMA waktu di Pramuka dulu), tapi suatu saat bisa jadi penakut banget (peninggalan zaman bertualang bersama D’Peace_OK_erz, gara-gara sering denger cerita2 serem bersama temen2 yang mayoritas penakut!
6. Hobby=makan
Kayanya yang ini ga perlu dijelasin lagi. Hubungannya adalah dengan perng=yataan no 1. Dengan hubungan sebab akibat, dapat dibuat pernyataan, sebab (6) maka (1).
7. Yang ini agak nyontek juga dari pemberi tugas kedua (Achie): Suka nonton film horor…
Sebenernya general sih, semua film aku suka. Tapi dari tiket 21 yang aku kumpulin kayanya paling banyak bergenre horor deh!
8. Suka berfeeling kalau ada sesuatu tentng diri sendiri.
Gimana ya, jelasinnya? Pake contoh aja kali ya! contohnya, dulu banget, pas masih kelas 3 SMA, pas ada briefing anak2 STAN, sempet terlintas, kayanya kebendaharaan negara deh! Eh, terbukti, masuknya disitu! Trus lagi pas masih awal2 kul, pas liat kakak kelas penempatan Setjen, terpikir juga, kayanya Setjen deh! Eh.., terbukti juga! Selain yg kaya gitu, kalo ada temen yang tiba2 aneh, pasti terpikir, kayanya gara2 ini deh… Dan itu seringkali terbukti.
9. Ga bisa hidup tanpa orang lain.
Ya iya lah,secara (duh, bahasa apa ini?!) manusia emang makhluk sosial!
10. Belakangan ini lagi sering homesick, kangen berat sama Bapak, Ibu, Abel, De’ Na, semua keluarga, sama temen-temen disana.
Berhubungan dengan nomor 9, aku ga bisa hidup tanpa orang2 yang aku sayangi di deketku. Keluarga, temen2… Untungnya disini aku juga punya keluarga yang bisa nerima aku apa adanya, dengan segala kekuranganku di masa lalu maupun saat ini! Luv u all…

Ok (lagi), demikianlah sudah kukerjakan instruksi no 2, sekarang di instruksi no 3 katanya aku harus mem-posting blog ini dan memilih 10 orang yang selanjutnya harus mengerjakan tugas ini. Dan 10 orang yang (kurang) beruntung itu adalah…:
1. Feriska
2. Novita
3. Mustphar
4. Burcha
5. Mbak eNurrr
6. Siko
7. Pandoe
8. Reni
9. Fifi
10. Gandhi

Semoga teman-teman yang namanya tersebut diatas dapat mengerjakan tugas berantai ini dengan baik. Saya ucapkan terimakasih sebelumnya.

Iklan

Ade’ sayang…

Namanya mawar (bukan nama sebenarnya), usia 5 tahun (Tapi kan dia cowo’, masa mawar sih? Yah, sebut saja ade’). Untuk lebih jelasnya kuceritakan dulu sejarah mengenai dia. Lahir pada 27 Maret 2003 silam, di RS Internasional Bintaro. Saat melahirkan usia ibunya sudah menginjak 41 tahun, sebuah kehamilan yang sama sekali tidak terduga. Saat baru lahir, mungkin karena faktor kesehatan ibunya, ade’ butuh perawatan khusus selama berminggu-minggu di RS. suatu kejadian nyata sesaat menjelang kelahirannya, saat sang kakak, seorang pria yang cukup ganteng, yang saat itu baru berusia 16 tahun ditanya oleh seorang suster yang cukup sok tahu, “Anak pertama ya mas, wajar lah kalau gugup!” Walhasil sang pria hanya bisa tersenyum masam dan segera mencari kaca, (dalam hati: emang tampang gw setua itu ya?). Saat Bapaknya menjenguk di RS, suster yang sama dengan lebih sok tahu lagi bertanya, “Jenguk cucu ya pak? Yang ke berapa?” Serta-merta sang bapak berlalu dengan sewotnya meninggalkan sang suster yang hanya bisa bengong. Cukuplah sekilas sejarah kelahiran sang Ade’.

Ade’ tumbuh sebagaimana anak seusianya, malah ukuran tubuhnya bisa dibilang bongsor untuk anak seusianya. Di usianya yang 5 tahun ini ade’ baru mau akan masuk TK Bulan Mei mendatang. Tumbuh di keluarga “pekerja” membuat ade’ lebih banyak mendapatkan didikan dari lingkungan sekitarnya (teman-teman, tetangga, dan pengasuhnya). Ade’ yang hiperaktif, ditambah kecerdasannya yang bisa dibilang di atas rata-rata membuatnya sering melakukan hal-hal yang tidak terduga, atau melontarkan komentar yang tak terduga juga.

Kadang-kadang semua ulahnya itu memberi hiburan tersendiri bagi kami yang sedang berada di sekitarnya. Tapi kadang juga kecerdasannya yang berlebihan itu membuat orang yang di dekatnya merasa malu sendiri. Seperti contohnya, beberapa saat yang lalu, salah seorang tetangga sebelah rumah (keluarga mereka menganggap Ade’ seperti anak laki-lakinya sendiri) sedang mengalami konflik rumah tangga. Sang anak perempuan yang baru berusia 9 tahun meminta bantuan pada keluarga Ade’ sambil menangis. Bapak&Ibu Ade’ berinisiatif untuk menuju ke rumah mereka dan berusaha menenangkan mereka. Sedangkan Ade’ berlari menuju ke bagian belakang rumah, orang-orang mengira Ade’ takut, lalu bersembunyi. Tapi saudara-saudara, tahukah Anda apa yang dilakukan Si Ade’? Ternyata Si Ade’ mengambil sepedanya dan segera mengayuhnya di sepanjang jalan depan rumah yambil berteriak-teriak, “Saudara-saudara, tolong, saksikanlah, Mamah(begitu dia memanggil orangtua keduanya itu) mau di hkkk (sambil meletakkan tangannya di leher seolah-olah orang tercekik)” berulang-ulang. Kontan ramai orang-orang berdatangan seakan hendak melihat suatu pertunjukan paling akbar tahun ini.

Lalu pada suatu waktu, seorang tetangga datang ke rumah Ade, dan berkata kepada Ibu Ade, “Bu, tuh anaknya lagi nangis di pojokan, ga tau kenapa?” Kemudian kakaknya yang berinisiatif menanyakan kepada sang adik, “Ade kenapa?” lalu sang adik menjawab, “Aku sedih, aku ditolak sama Mbak Tria (salah seorang teman bermainnya, kelas 2 SD), Mbak Tria milih Imam (teman bermainnya, seumuran Ade).” Sang kakak bingung dengan suksesnya, tak tahu harus berkata apa lagi.

Cerita yang lain lagi, saat ibu-ibu disekitar rumah sedang berkumpul dan membicarakan apa saja yang bisa dibahas, mulai harga cabe, anak-anak, sampai gosip di infotainment tadi pagi, tiba-tiba Ade ikut nimbrung bersama mereka. Saat ada seorang ibu bertanya pada ibu lainnya, “Jeng, suamimu dirawat di RS mana? Sakit apa katanya?” tiba-tiba terlontar jawaban dari Ade, “Yah ibu, kan Menk (nama samaran sang suami dari ibu yang ditanyai) sakit gara-gara dimarahin melulu sama istrinya!” Oh MG!!!

Ada lagi cerita tentang tukang bakso. Karena sang ibu sangat hobby makan bakso, maka mereka sekeluarga memiliki tukang bakso langganan yang lewat di depan rumah saat sore tiba. Suatu hari, saat sedang memesan bakso (saat itu usianya baru 3 tahun), dengan polosnya Ade’ bertanya ke Abang Baksonya, “Bang, Abang masih bujang kan? Kapan-kapan maen yuk, ke rumah kakek aku di PM Bintaro, aku punya tante masih gadis lho, ntar aku kenalin deh!” Maaakkkk???

Kami sebagai orang-orang terdekatnya tak pernah tahu, darimana Ade’ mendapatkan ide untuk melontarkan kalimat-kalimat tersebut. Kalimat yang menurutku sangat belum pantas untuk anak seumurannya. Bayangkan saja, di usia yang baru 3 tahun, saat ngomong aja belum becus, udah kenal kata bujang&gadis? Punya ide jadi mak comblang lagi! lalu bisa ikut bergosip bersama ibu-ibu tetangga. Menurut analisisku (halah!), semuanya bermuara dari kurangnya kontrol dari orang tua. Dengan kondisi kedua orang tua bekerja, kedua kakak kuliah dan sekolah, Ade’ hanya berteman sang pengasuh yang membebaskannya melakukan apa yang ia suka. Selama ini dia dengan bebas menonton semua acara televisi, dari pagi, sampai larut malam. Dia bebas mendengar pembicaraan ibu-ibu tetangga yang mungkin adalah sebuah pembicaraan yang sifatnya dewasa. Dengan berbekal kecerdasan yang bisa jadi cukup bagus untuk anak seusianya, Ade terbentuk menjadi seorang dewasa yang terperangkap dalam tubuh anak-anak, atau anak-anak yang terperangkap dalam pemikiran orang dewasa. Lalu, bagaimana menurut Anda? Bagaimana harus menyikapi anak-anak seperti Ade?

I (don’t) like Monday!

Hari Senin, bangun pagi, malas-malasan, masih ngantuk, sholat, mandi, ke kantor, masukin kurs pajak, jawab contact us yang bertumpuk dari Hari Sabtu. Hhhhhhhh……, rutinitas Hari Senin yang menyebalkan!!!

Biasanya kalau hari Senin selalu ada semangat yang tersisa dari hari Sabtu&Minggu untuk kembali ke rutinitas awal. Tapi kok kaya’nya hari ini maleessssssss buangeeeeettttttt ya? Yang tersisa cuma rasa cape hasil perjalanan Tajurhalang (buat yang ga tau, ini adalah nama sebuah kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Bogor) – Cempaka Baru yang cukup melelahkan. Sangat melelahkan malah! Dimana-mana macet parah, dari Pasar Parung, depan Lapangan Terbang Pondok Cabe, Cirendeu, sampe cempaka Sari juga kena macet! Tajurhalang-Cempaka Baru yang biasanya cuma 2 jam kurang, kemarin sampe 3 jam lewat.Ada apa ini? Sepertinya kemacetan sudah bukan menjadi monopoli Provinsi Jakarta lagi, tapi sudah merambah daerah sekitarnya. Makanya, jangan sampai salah pilih pemimpin ya!

Ah, jadi kemana-mana omongannya. Nampaknya di hari Senin kemampuan menulisku yang awalnya sudah payah jadi semakin payah nih! Padahal dari kost udah bawa frame foto dimana terpampang fotoku sm bapak,ibu, mas&ade-adeku pas wisudaku buat penambah semangat! Tapi semangatnya masih kalah sama ngantuk&pusing karena semalem kurang tidur. Apa mungkin fotonya kurany gede ya? Ya iya lah, secara (bahasa apa ini?secara?) fotonya ukuran 1 R hasil kesalahan order penitipan cetak foto.Besok-besok ganti yang gedean ah!

Jadi pengen ke Edensor… Tenang banget kali ya, disana! Ga ada macet, ga polusi, ga pusing… Halah! Kayanya kena virusnya Bang Andrea nih!Edensor, kapan ya... bisa kesana???

Ah, sudahlah! Sebelum jadi makin ga nyambung, cukuplah sudah tulisanku ini. Buat temen-temen semua, apa donk, tips nya biar tetep semangat di hari Senin???

Mohon maaf…

Mohon maaf bagi saudara-saudara yang merasa sudah pernah membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya. Karena account wordpress saya ini baru jadi untuk mengisinya saya mengambil tulisan saya yang telah saya publish di shareitwithu.multiply.com sebelumnya. Harap maklum dan bersabar hati menunggu tulisan saya selanjutnya. Terimakasih.

Pe-eR berantai

Pe-eR (yang menurut gw lebih tepat disebut Tugas Berantai) ini saya dapat dari teman kuliah yang sampai udah kerjapun masih tetep aneh! (wkwkwkw…, sorry Bro!) Gw kerjain hari Rabu, 9 April 2008 pukul 14.43 dengan perasaan masih gondok gara-gara habis berdebat dengan seorang Bapak di kantor. Demikian kira-kira soalnya.
1. Sebutkan pekerjaan-pekerjaan yang Anda gemari!
Jawaban:
• >Baca buku yg bagus menurut gw…
• >Makan di Pizza Hut! (Stuffed Crust sosis Tuna Melt di PH bener-bener ga ada matinya buat gw! Love it so much!)
•>Tidur! (hari kerja, ga ada yang lebih meyenangkan dari ketiduran dibawah selimut gw yang super tebel pas nonton Indosiar.., mamamia, super seleb, dsb.)
• >Nangkring di depan HP Compact dc7700 CMT buat mantengin http://www.depkeu.go.id (Mau ga mau harus suka nih…, sumber mata pencaharian gw!!!)
2. Sebutkan hal-hal yang Anda sering ucapkan!
Jawaban:
• >Bismillah… (Biar apapun yang gw kerjain ga bernilai “NOL”, kalau kata Ust. Arifin Djayadiningrat)
• >Alhamdulillah… (Syukur gw atas smua yang udah gw selesaiin, gw dapetin.)
• >Monyong! (Ucapan kekesalan yang mendalam!)
3. Sebutkan buku-buku yang sedang Anda baca akhir-akhir ini!
Jawaban:
• “>The Sandhills of Arabia” terjemahan dari buku berjudul sama karangan Laila Hasib. Lagi baca untuk yang ketiga kalinya. Memberiku semangat untuk terus berjuang!
• >Modul DTU pengelolaan Website “Image Processing”, payah bgt sih gw hari gini baru blajar dasar2 photoshop!
• Untuk sementara ya 2 buku itu… gat au deh kalo besok dpt pinjeman buku.
4. Sebutkan hal-hal yang ingin Anda lakukan sebelum Anda meninggal!
Jawaban:
• >Nikah, punya keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
• >Jadi istrinya Dirjen Pajak (payah bgt sih keinginan gw yang 1 ini! Bukannya pengen gw yang jadi Dirjen??? ) Maksud gw disini bukannya ntar gw pengen nikah sama Dirjen Pajak ya, tapi gw pengen ayahnya anak2 gw ntar bakal jadi Dirjen Pajak!
• >Berangkatin Ibu-Bapak gw ke tanah suci.
5. Sebutkan lagu-lagu yang bisa Anda dengarkan lagi dan lagi berulang kali belakangan ini!
Jawaban:
• >My Mum is Amazing nya Zain Bhikha. (Ibuuuuu, kangeeennnnn!!!)
• >Allah Knows nya Zain Bhikha juga!
• >Belahan Jiwa nya DOT. (Sedang mengingat memori beberapa waktu lalu kalau dengerin lagu ini)
6. Sebutkan hal-hal yang sudah Anda pelajari tahun lalu sampai tahun ini!
Jawaban:
• >Segala sesuatu perhubungan dengan perbendaharaan yg sempet gw pelajari di semester 6, tapi sama sekali ga ada yang gw inget.
• >Cara menjaga hubungan baik dengan semua orang, terutama profesionalitas dengan rekan kerja! Halah!
• >Semua pelajaran di tempat kerja (Gimana jawab contact us, masukin topic, masukin berita, operating TV local, Web design yang gak gw ngertiin sampe skarang, cari password gateway3 demi koneksi internet yang lebih cepet*, gimana biar ga gendut-kenyataannya sih udah- biarpun selalu banyak makanan di kantor, n yang trakhir nulis berita.)
*) ket: pelajaran yang 1 ini gw dapet dr seorang teman yang oleh kami sendiri telah dilantik menjadi “Staf Ahli Pembajakan”. Ssstttt… jangan sampai ketauan orang Pusintek ya!!!
Kira-kira begitulah jawaban atas Pe-eR yang gw bikin dalam keadaan setengah emosi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan di sana-sini. Dikarenakan hidup gw yang selalu dinamis mengikuti perkembangan dunia, jadi… jawaban ini dapat berubah sewaktu-waktu. Terimakasih.
Seperti yang sudah gw tulis di atas, Pe-er ini sebenarnya sebuah tugas berantai. Jadi untuk selanjutnya, tugas kehormatan ini saya berikan pada Novita dan Burhan. Semoga Anda berdua dapat menjalankan tugas dengan baik.

Dikarenakan teman saya Novita tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, maka tugas tersebut saya alihkan kepada mustphar! Selamat mengerjakan! Dilarang mencontek!!!

Albothyl*Concentrate

Albothyl*Concentrate
Written on Apr 7, ’08 4:36 AM

Melanjutkan Blog saya sebelumnya, dimana dalam tulisan saya saya menyebutkan kalau saya sempat pergi ke toko obat untuk membeli Albothyl*. Bermula dari sariawan akut di gusi atas saya beberapa minggu lalu. Saya pikir cuma sariawan biasa. Agak heran juga sih, menurut saya sudah cukup asupan vitamin C pada tubuh saya. Setiap hari saya sudah mengkonsumsi buah-buahan segar, belakangan sudah mengkonsumsi pula vitamin C dosis tinggi dalam bentuk serbuk dalam sachet.
Makin lama saya rasa semakin menyiksa dan sudah hampir putus asa bagaimana cara mengobatinya. Ditengah (hampir) keputusasaan saya, saya ingat saran bapak saya belasan tahun lalu saat saya masih ingusan (jorok bgt sih gw!). Waktu itu saya juga mengalami problem yang sama, gusi benjol-benjol akibat kurang vitamin C. Kata bapak, “pakai albothyl, emang perih, tapi manjur!” Dulu saya tak pernah mau saat ibu saya membawa sebotol kecil Albothyl dan kapas. Rasa ngeri mengalahkan keinginan untuk sembuh. (Bodoh bgt sih jadi anak kecil, mau sembuh kok ga mau bersakit-sakit dahulu!)
Bapak, maafkan Anakmu yang durhaka ini… yang selama ini selalu mengabaikan petuahmu. Sekian lama aku mengabaikan anjuranmu, baru saat ini dapat kurasakan betapa berharganya pengetahuan yang telah kau berikan padaku mengenai Albothyl.
Akhirnya sore itu dengan penuh kepercayaan diri saya mendatangi toko obat terdekat dan langsung bertransaksi sebotol kecil Albothyl seharga Rp. 27.000 dengan mbak penjaga toko. Tanpa bertanya apapun, dengan pengetahuan yang amat minim mengenai Albothyl, segera kukantongi obat yang bentuknya mirip tetes mata itu dengan penuh harapan.
Sesampainya di rumah dengan penuh rasa ingin tahu saya buka kardusnya, dan saya baca leafletnya. Baru beberapa kata saya baca, rasa bingung, heran, dan menyesal jadi satu pada diri saya. Bingung dengan bahasa kedokterannya yang saya tak mengerti sama sekali, heran karena dari sedikit kata yang saya mengerti sepertinya tak ada yang berhubungan dengan sariawan, menyesal karena kebodohan saya, mengapa tak menggunakan prinsip “Malu bertanya sesat di jalan”?
Sebagai orang awam tentunya yang say abaca pertama kali adalah indikasi, karena setahu saya indikasi artinya kegunaan. (bener ga sih?).
Indikasi: Ginekologi : Vaginitis, keputihan vagina dan serviks (leher rahim) karena berbagai etiologi, ektropia dan erosi dari porsio dan serviks, servisitis. Sebagai hemostatik setelah biopsi dan pengangkatan polip di serviks, erosi uretra eksterna dan papiloma uretra, kondiloma akuminata. Luka akibat pemakaian instrumen ginekologi, untuk mempercepat proses penyembuhan setelah elektro-koagulasi.
Sampai disini kebingungan saya semakin menjadi. (Dalam hati: Ya Allah, saya butuh obat sariawan, bukan keputihan…) Bagaimana ini? (Dalam hati juga: untung penjualnya Mbak-mbak, coba kalau Mas-mas, bias malu abis tuh, jangan-jangan masnya mengira saya menderita suatu penyakit yang berkaitan dengan organ kewanitaan. Hehe…)
Saya putuskan untuk menghubungi seorang teman lewat telepon, siapa tahu dia yang anak IPA (Sempat terlintas juga, kenapa sih dulu gw milih IPS?) lebih tahu hal ihwal Albothyl. Tapi ternyata dia pun sama dengan saya. AWAM!  Tetapi dia sedikit lebih cerdas dari saya tampaknya. Dia memberikan saran, “baca dulu sampai habis, baru tahu bener atau ngga!” bener juga!
Indikasi kedua: Bedah : Menghentikan perdarahan lokal dari kapiler, mempercepat pelepasan dan pembersihan jaringan nekrotik akibat luka bakar dan luka-luka biasa.
Sampai di sini belum juga kutemui kata sariawan! Duuhhh, gimana nihhhh???
Indikasi ketiga: Dermatologi : Untuk pembersihan dan stimulasi regenerasi jaringan luka / peradangan yang kronik, lesi dekubitus, ulkus kruris, kondiloma akuminata dan sebagainya.
Duuuuhhhhhhhhh, mana sih, kok ga ada juga kata sariawan????????
Indikasi keempat: Stomatologi dan Odontologi : Hemostatis pada bedah endodontik, reseksi apeks, kistektomi, kuretase granuloma, pasca ekstraksi gigi. Gingivitis, dry socket, stomatitis aftosa, herpes labialis, ragades, kumur-kumur.
Alhamdulillah Ya Allah…, akhirnya kutemukan kata stomatitis (yang dari sebuah cerpen yang saya baca saat SD saya ketahui berarti sariawan.) Berarti bener, nih obat buat sariawan! Hehe…
Setelah 2 kali menggunakan Albothyl concentrate (dengan membaca aturan pakai tentunya!) sariawan di gusi saya sudah semakin membaik. Belakangan saya baru mendapat informasi lebih lanjut kalau ternyata Albothyl memang bukan obat sariawan, tetapi suatu antiseptik dan disinfektan. Fungsinya adalah perawatan luka lokal dan perbaikan jaringan pada luka. Albothyl itu sendiri tidak menyembuhkan sariawan tapi berfungsi untuk memperbaiki kulit pada sariawan tersebut.
Saran saya untuk semuanya yang sedang mengalami sariawan akut seperti yang saya alami, jangan ragu untuk menggunakan Albothyl (tapi jangan yang ovula!). Albothyl aman digunakan selama mengikuti dosis dan tidak digunakan dalam jangka panjang. Selamat mencoba……

Home (Kost) Alone…

Apr 7, ’08 3:25 AM

Hhhhh… Tak terbayangkan saya harus home, eh, kost alone di akhir pekan seperti ini. Setelah ditinggal kedua tetangga sebelah kamar mudik ke desa kecil di pelosok Bantul (Jogja coret, corat-coret malah!) dan ke perbatasan Magelang-Sleman, jadilah saya menghuni rumah kost berteman Nyonya Pemilik Kost (yang sangat cukup sekali untuk membuat tekanan darah jadi tinggi) dan keluarganya (suami dan 2 anak kecil yang dari luar imut-imut tapi sangat cukup sekali pula untuk membuat tekanan darah tinggi dengan jeritannya!) serta seorang PRT nya(yang lagi-lagi sangat cukup sekali untuk membuat tekanan darah tinggi dengan politik devide et impera yang entah darimana dia pelajari?!).Bisa-bisa stroke dini saya alami sebelum kepulangan kedua rekan sejawat saya itu.
Baru beberapa menit setelah kepergian rekan-rekan saya menuju Stasiun Senen di hari Jumat lalu, ujian sudah menerpa diri saya. Sang PRT secara tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatan yang telah diembannya selama kurang lebih 6 bulan ini. Tersulutlah emosi sang Nyonya Pemilik Kost yang langsung menyambangi saya yang sedang asyik menonton Mamamia wildcard dari TV tua saya. Dengan penuh emosi dia mencurahkan isi hatinya kepada saya ihwal kepergian sang PRT dengan full emosi dan kata-kata mutiara meluncur dari mulutnya kaya anak kecil main perosotan. Licin abis! Lancar banget tuh kata-kata! Saya yang mempunyai cita-cita merefresh pikiran dengan cara ketawa abis nonton duet Ruben&Deny Cagur jadi makin butek pikiran dengerin curhatan Sang Nyonya Pemilik Kost. Ya Allah.., ampunilah dosaku…
Dengan berakhirnya komunikasi 1 arah itu (karena saya hanya ber o…, trus…, hmmm…) musnah pula mood saya untuk tertawa, berganti dengan rasa ngantuk yang begitu kuat menyergap. Tidurlah saya dengan pikiran super butek! \”Bismika allahuma Ahya wa bismika amuut…\”
Bangun pagi hari… “Alhamdu lillahil-ladzi ahyaanaa ba’da naa amaatana wailaihin – nusyuur…”
Rasanya lebih baik dari saat ku menjelang tidur. Kulalui Sabtu pagi ini dengan pergi ke pasar yang konon bernama \”Pasar Bedeng\”. Walhasil saya pulang ke kost dengan membawa bungkusan berisi martabak cokelat yang menjadi makanan favorit saya di Pasar Bedeng serta sebungkus nasi berlauk pepes jamur. Kulalui siang dengan menonton TV sepanjang waktu dengan sesekali diselingi nyuci dan nyetrika.Jadi pola hidupku sepanjang siang sampai sore itu dapat dijelaskan dengan rute sebagai berikut: kamar-kamar mandi-kamar-kamar mandi-dan seterusnya.
Kesendirianku benar-benar terwujud saat siang harinya Sang Nyonya sekeluarga pergi entah kemana. Karena sempat kehilangan kesadaran sejenak saat sedang menonton ajang pencarian bakat Idola Cilik seleb, saya baru menyadari kesendirian saya saat sore harinya telepon di ruang tamu berdering. Karena sudah berjuta-juta kali (lebai bgt sih gw!) berdering, dengan sedikit menggerutu saya mengangkat telepon berwarna merah itu. Ternyata dari Sang Nyonya yang ingin emmberitahukan kalau akan ada orang datang mengantar kulkas yang baru. Dari jam setengah 4 sampai hampir maghrib kutunggu tapi sang pengantar kulkas tak kunjung datang. Akhirnya kuputuskan untuk keluar rumah menuju ke toko obat terdekat untuk membeli Albothyl mengingat stomatitis pada gusi saya yang nampaknya sudah cukup akut sampai-sampai hampir sebulan tak kunjung sembuh biarpun saya sudah mengkonsumsi vitamin c berdosis tinggi belakangan ini.
berkaitan dengan Albothyl ini ada sedikit cerita yang akan dituangkan lebih lanjut pada Blog setelah ini. Sepulang dari apotik saya sempatkan membeli segelas juice jambu di warung sebelah. Maghrib menjelang saat saya tiba kembali dengan selamat di kamar saya tercinta. Setelah menunaikan sholat maghrib saya kembali dengan aktivitas saya semula, nonton TV. kemudian terbersit suatu ide yang cukup baik, menyeterika!
Karena agak meragukan kualitas pendengaran saya kalau-kalau saat tukang kulkas datang saya tidak mendengar maka saya putuskan untuk mematikan TV dan mulai menyeterika. Baru beberapa potong baju diseterika tiba-tiba boneka Barbie abalan milik anak sang Nyonya yang sedang tergolek dengan pasrahnya di dalam sebuah box bayi itu mengeluarkan suaranya dengan menyanyikan \”Barbie Girl\”. Seketika itu juga saya rasakan suasana menjadi mencekam. Konon bukan pertama kalinya sang boneka berbunyi secara misterius padahal tidah ada sesuatupun yang menyentuhya. Seketika itu saya nyalakan semua lampu diruang tengah dan ruang tamu (maafkan aku negaraku tercinta, untuk sementara aku tak mendukung program penghematan listrik lewat \”17-22\”). Bodo amat sama hemat energi, namanya juga orang lagi takut! (dalam hati:sial,keberanian,dimanakah engkau? Aku begitu membutuhkanmu saat ini!Kenapa kau menghilang tanpa jejak saat ku begitu membutuhkanmu? Takkah kau iba melihatku seperti ini? Hanya bisa meringkuk di pojok kasur disebabkan boneka tak tahu diri itu! Lihatlah apa yang akan kulakukan kepada boneka itu esok pagi!) Sudahlah, saya putuskan untuk berdiam diri saja di kamar, setel TV sekencang-kencangnya!
Masih di tengah suasana mencekam malam ini, tiba-tiba…
“Tok..tok…tok…” kudengar pintu depan diketuk. (Dalam hati:Ah, cuma halusinasi!)
Tapi ternyata suara ketukan pintu makin kencang.
Suara sudah berubah menjadi “dok..dok..dok…” (dalam hati lagi:kalau ada orang pasti Boni udah menyalak-nyalak!)
Suara ketukan pintu berhenti. (Dalam hati juga:hhhhh, bener kan cuma halusinasi!)
Tak sampai semenit kemudian terdengar lagi suara ketukan pintu. (tak lagi dalam hati, tapi dalam pikiran:Kalau ada orang pasti Boni udah menggonggong. jadi..,yang ngetok pintu orang atau…?)
Ya Allah, lindungilah hamba Mu ini dari godaan Syaithan yang terkutuk…
Di tengah kepanikan itu sayup-sayup kudengar…….,
\”Nganter kulkas mbak..!\”
Monyong!!!! Kirain siapa!!!
Sudahlah, setelah kepergian 2 orang pengantar kulkas itu kuputuskan untuk mengakhiri kesendirianku di malam ini dengan memejamkan mataku sampai hilang kesadaranku. Di penghujung malamku, untuk pertama kalinya kurindukan kehadiran kedua tetangga kamarku. “Ncep.., Ncit…, aku merindukan kalian.., aku membutuhkan kalian..!”
(Ya Allah, sudah 2 malam minggu ini aku mengalami kejadian yang agak kurang mengenakkan. Dimulai dengan tragedi boni dan yang kedua tragedi boneka bernyanyi. Ampunilah dosa-dosaku. Tunjukkanlah padaku jalan-Mu yang benar…)

Gonjing

Gonjing
Written on Apr 2, 08

Kisah ini merupakan sebuah kisah nyata yang dituturkan oleh saya sendiri selaku saksi hidup. Kejadian ini berlangsung pada suatu malam minggu di penghujung bulan Maret 2008.
Alkisah sudah sejak berminggu-minggu lamanya kami bertiga (saya dan kedua teman kost saya yang kebetulan bernama Ncep dan Ncit) memendam hasrat untuk makan malam bersama di sebuah Warung seafood (yang kebetulan juga menyediakan menu ayam dan kawan-kawan). Akhirnya tercapailah kesepakatan untuk melaksanakan apa yang menjadi cita-cita kami tersebut pada suatu malam minggu yang indah di penghujung Maret 2008 (telah tersebut juga) dengan kesepakatan salah seorang teman yang bernama Ncit(lagi-lagi sudah tersebut) yang akan menraktir kita sebagai kompensasi atas Ulang Tahunnya yang datang beberapa hari lalu. Setelah Sholat Magrib dan mandi(saya sih, entah bagaimana dengan kedua teman saya itu, diragukan apakah mereka masih memiliki keinginan untuk mandi) keluarlah kami dari kamar masing-masing dan berjalan menuju garasi dengan semangat 45, eh, 2008.Dengan penuh semangat pula (terbayang sudah makan seafood gratisan), saya membuka pintu garasi. Tetapi, apa yang erjadi saudara-saudara?
Sesosok makhluk berkaki empat berbulu cokelat telah menghadang kami! \”WHuaaaaaaa, Boni lepas!!!\” Sontak kami bertiga berteriak dikarenakan kebetulan kami bertiga memiliki phobia berlebih terhadap makhluk bernama Boni dan sebangsanya.Untung saja, tangan saya masih memiliki kecerdasan yang cukup untuk secara cepat memberikan tanggapan atas perintah otak untuk menutup kembali pintu garasi. Fiuuhhh, amanlah kami dari Boni. Alhamdulillah…, terimakasih ya Allah, telah Kau lindungi kami dari makhluk berbulu yang bernama Boni itu…
Akhirnya kami putuskan untuk mengurungkan niat kami makan seafood, untuk selanjutnya mengadakan konferensi meja panjang di ruang tamu kost kami tercinta mengenai apa yang telah, sedang, dan akan terjadi pada diri kami. Muncullah berbagai pertanyaan perihal kejadian yang baru saja kami alami. Pertanyaan pertama, Bagaimana ceritanya Boni bisa lepas dari rantai yang selama ini membelenggu kehidupannya? Muncullah fakta pertama yang berhasil terungkap. Beberapa saat sebelum kami meninggalkan kamar terdengar suara gaduh yang dilanjutkan dengan suara jeritan (salah ya istilahnya?yah, apapun itu lah!) makhluk-makhluk sebangsa Boni yang sedang berkejar-kejaran(yang selanjutnya disimpulkan bahwa Boni juga ada dalam komunitas berkejaran itu). Dari fakta pertama muncul pula praduga pertama yang cukup unik (atau bodoh lebih tepatnya?). Mungkinkah teman-teman Boni yang telah membebaskannya? Praduga yang cukup aneh ini kemudian diruntuhkan oleh sebuah alibi (yang tak kalah anehnya). Sepertinya tidak mungkin Boni dibebaskan oleh teman-temannya, karena sepertinya mereka bermusuhan, bukan berteman! Nah lho?!
Kemudian muncul fakta kedua, beberapa saat setelah fakta pertama Boni datang kesini dengan berkejaran dengan salah satu teman sebangsanya, tapi sesaat kemudian mereka nampak bermesraan. Praduga kedua, mungkin Boni sedang dalam masa puber dan ingin menyalurkan hasratnya untuk bereproduksi.Hmmm.., mungkin juga!
Di tengah gonjing (gosip anjing-red) yang cukup seru muncullah pertanyaan kedua yang jauh lebih penting daripada pertanyaan sebelumnya. Bagaimana nasib cacing-cacing (atau ular ya, suaranya kenceng banget?) yang sedang bernyanyi di perut kami? Tak sedikitpun bahan makanan kami miliki saat itu.Ide pertama adalah menghubungi Nyonya pemilik kost. Satu menit, dua menit, bermenit-menit tak kunjung ada jawaban sms dari Nyonya pemilik kost. Ditengah penantian kami salah seorang teman memberi 2 opsi. Yang pertama, tunggulah sampai Nyonya pemilik kost datang untuk mengembalikan Boni ke habitat asalnya. Opsi kedua bersabarlah menahan lapar sampai esok hari tiba. Dua opsi yang tak ada bedanya saya rasa, karena menunggu Nyonya pemilik kost pulang saat malam telah larut berarti sama dengan bersabar menahan lapar sampai esok hari tiba.
Dalam situasi kami yang sedang lapar muncul ide untuk menghubungi dan meminta bantuan bahan makanan dari teman yang berada di dekat sini. Akhirnya orang yang beruntung diberi kesempatan oleh Allah untuk menolong kami adalah Mustphar!!! Segeralah kami meng-sms teman sekantor kami yang konon baik hati dan tidak sombong itu.
Kira-kira bunyi sms yang kami kirim ke Mustphar, \”Must, tolong kami. Boni lepas! kami disini kelaparan.\”.
-sms dikirim-
-sms diterima-
\”Beneran?Yaudah, mau dibawain makanan apa?berapa?\”
Selanjutnya muncul pertanyaan ketiga yang diikuti pertanyaan keempat dan seterusnya, gimana cara Mustphar ngasih makanannya buat kita, denger suara kita buka pintu aja Boni langsung mendekat?emangnya Mustphar berani sama Boni?Gimana kalo mustphar yang dimakan sama Boni?Gimana kalo ternyata Boni menderita suatu penyakit yang oleh orang-orang disebut rabies dan menular ke Mustphar?Gimana kalo ternyata Boni yang tertular virus mustphar?
Pertanyaan-pertanyaan yang (lagi-lagi) cukup aneh dihentikan dengan telepon masuk dari Burcha (yang bisa dikatakan sahabat sejati Mustphar) dan terjadilah percakapan yang kurang lebih seperti di bawah ini (setelah ditranslate ke Bahasa Indonesia karena lingua franca diantara kami adalah bahasa jawa):
(M)*: \”Kami sudah di depan kost kalian.\”
(N): \”Wah, yang bener?Tunggu sebentar, kami sedang di lantai atas,kami segera turun.\”
(M): \”ya\”
(N): \”Kami sudah bisa melihat kalian berdua.\”
Kemudian kami melihat dari balik kaca ruang tamu, dengan pedenya Mustphar membuka gerbang dan melangkah masuk (dalam hati:\”wah, Mustphar ternyata berani sama Boni\”). Tetapi, baru saja melangkahkan kaki melewati gerbang Boni dengan serta merta menghampiri makhluk yang asing baginya itu, dan makhluk asing bagi Boni itu segera membalikkan langkahnya dan segera menutup gerbang (dalam hati:\”ternyata sama aja!kirain berani!\”).Dan pembicaraan via telepon pun berlanjut.
(M): \”Yaudah, kami beli dulu makanan buat kalian, mau dibeliin apa?\”
(N): \”Mie instan (diedit, karena sang pembicara menyebut merk) aja deh, 5 bungkus ya!)
(M): \”ok, kami beli dulu\”
Dan Mustphar beserta Burcha beranjak meninggalkan kost kami dengan tetap melanjutkan pembicaraan via telepon.
(N): \”Terus, gimana caranya ngasihin mienya ke kami?\”
(M): \”Siapa yang paling pemberani diantara kalian?\”
(N): \”Mbak E****(nama penulis dirahasiakan)\”
(M): \”kasih hape ke dia\”
Pembicaraan pun beralih antara saya dengan Mustphar.
(S): \”Gimana Must?\”
(M): \”Nanti kamu stand by di pintu garasi, saat aku bilang buka langsung buka pintunya.\”
(S): \”Lho gimana bisa, orang denger suara pintu dibuka aja Boni langsung dateng?\”
Dan ternyata Mustphar dan Burcha telah tiba kembali dengan selamat di kost kami. Dan ternyata lagi, banyak anak kecil yang menonton kami dari luar gerbang(udah berasa kaya evakuasi korban kebakaran aja).
(S): \”Gimana Must?\”
(M): \”Ya kaya tadi, Nanti kamu stand by di pintu garasi, saat aku bilang buka langsung buka pintunya.\”
(S): \”Masih sama kaya tadi,gimana bisa, orang denger suara pintu dibuka aja Boni langsung dateng?\”
(M): \”Ncit suruh mengalihkan perhatian Boni, rayu Boni. Nari-nari atau ngapain lah, yang penting Boni tergoda.\”
(S): \”OK, dicoba ya!\”
Sementara diluar anak-anak kecil masih menonton dan memberi semangat.
(S): \”Aku udah di garasi. Kunci udah dibuka.\”
(M): \”Coba sekarang buka, Ncit siap-siap merayu Boni.\”
Saya mencoba membuka pintu garasi, Ncit dan Ncep berusaha merayu Boni (entah apa yang mereka lakukan).
(M): \”Hitungan ketiga buka pintunya.\”
(S): \” ok\”
(M): \”1…2…3…\”
Saya membuka pintu dan ternyata Boni langsung menghampiri (dalam hati:\”apa yang mereka lakukan untuk merayu Boni, kok ga mempan?bukankah itu keahlian Ncit?\” .Dengan penuh kecewa saya kembali menutup pintu garasi.
(S): \”Gagal Must, gimana nih?\”
(M): \”Coba lagi, Ncit dan Ncep harus lebih mengerahkan bakat merayunya!\”
(S): \”OK\”

Setelah menginstruksikan ke Ncep dan Ncit untuk lebih mengerahkan bakat merayunya, saya kembali stand by, dan Mustphar kembali menghitung.

(M): \”1…2…3…\”
Saya rasa Ncep dan Ncit telah berhasil merayu Boni dari balik kaca (entah apa lagi yang mereka lakukan) saya membuka pintu garasi dan Mustphar melemparkan bungkusan berisi makanan ke depan pintu garasi.Tangan saya dengan sigap meraih bungkusan tersebut tepat sesaat sebelum Boni datang menghampiri dan segera menutup pintu.
(S): \”Alhamdulillah… Makasih banyak Must, Bur!\”
(M): \”Sama-sama\”
Dengan penuh rasa haru saya membawa bungkusan yang ternyata berisi 6 bungkus Mie instan dan 3 buah roti ke ruang tamu disambut dengan suka cita kedua teman saya. Alhamdulillah, kami bisa berbagi rezeki dengan cacing-cacing di perut.
Berakhirlah upaya penyelamatan nyawa kami oleh Mustphar dan Burcha diikuti dengan pembubaran massa yang sedari tadi dengan penuh kesetiaan menonton kami dari luar pagar.
\”Must.., Bur.., jasamu takkan kami lupakan…\”
(Hampir saja kelupaan!) Keterangan pembicara dalam percakapan.*
(M): Mustphar
(N): Ncit
(S): Saya

Hello world! Welcome to my own world…

Welcome to endahhh.wordpress.com

Untuk sementara isinya pindahan dari Multiply saya (shareitwithu.multiply.com) coz Multiply di-blok di kantor!