| Apr 7, ‘08 3:25 AM |
Hhhhh… Tak terbayangkan saya harus home, eh, kost alone di akhir pekan seperti ini. Setelah ditinggal kedua tetangga sebelah kamar mudik ke desa kecil di pelosok Bantul (Jogja coret, corat-coret malah!) dan ke perbatasan Magelang-Sleman, jadilah saya menghuni rumah kost berteman Nyonya Pemilik Kost (yang sangat cukup sekali untuk membuat tekanan darah jadi tinggi) dan keluarganya (suami dan 2 anak kecil yang dari luar imut-imut tapi sangat cukup sekali pula untuk membuat tekanan darah tinggi dengan jeritannya!) serta seorang PRT nya(yang lagi-lagi sangat cukup sekali untuk membuat tekanan darah tinggi dengan politik devide et impera yang entah darimana dia pelajari?!).Bisa-bisa stroke dini saya alami sebelum kepulangan kedua rekan sejawat saya itu.
Baru beberapa menit setelah kepergian rekan-rekan saya menuju Stasiun Senen di hari Jumat lalu, ujian sudah menerpa diri saya. Sang PRT secara tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatan yang telah diembannya selama kurang lebih 6 bulan ini. Tersulutlah emosi sang Nyonya Pemilik Kost yang langsung menyambangi saya yang sedang asyik menonton Mamamia wildcard dari TV tua saya. Dengan penuh emosi dia mencurahkan isi hatinya kepada saya ihwal kepergian sang PRT dengan full emosi dan kata-kata mutiara meluncur dari mulutnya kaya anak kecil main perosotan. Licin abis! Lancar banget tuh kata-kata! Saya yang mempunyai cita-cita merefresh pikiran dengan cara ketawa abis nonton duet Ruben&Deny Cagur jadi makin butek pikiran dengerin curhatan Sang Nyonya Pemilik Kost. Ya Allah.., ampunilah dosaku…
Dengan berakhirnya komunikasi 1 arah itu (karena saya hanya ber o…, trus…, hmmm…) musnah pula mood saya untuk tertawa, berganti dengan rasa ngantuk yang begitu kuat menyergap. Tidurlah saya dengan pikiran super butek! \”Bismika allahuma Ahya wa bismika amuut…\”
Bangun pagi hari… Alhamdu lillahil-ladzi ahyaanaa bada naa amaatana wailaihin – nusyuur…
Rasanya lebih baik dari saat ku menjelang tidur. Kulalui Sabtu pagi ini dengan pergi ke pasar yang konon bernama \”Pasar Bedeng\”. Walhasil saya pulang ke kost dengan membawa bungkusan berisi martabak cokelat yang menjadi makanan favorit saya di Pasar Bedeng serta sebungkus nasi berlauk pepes jamur. Kulalui siang dengan menonton TV sepanjang waktu dengan sesekali diselingi nyuci dan nyetrika.Jadi pola hidupku sepanjang siang sampai sore itu dapat dijelaskan dengan rute sebagai berikut: kamar-kamar mandi-kamar-kamar mandi-dan seterusnya.
Kesendirianku benar-benar terwujud saat siang harinya Sang Nyonya sekeluarga pergi entah kemana. Karena sempat kehilangan kesadaran sejenak saat sedang menonton ajang pencarian bakat Idola Cilik seleb, saya baru menyadari kesendirian saya saat sore harinya telepon di ruang tamu berdering. Karena sudah berjuta-juta kali (lebai bgt sih gw!) berdering, dengan sedikit menggerutu saya mengangkat telepon berwarna merah itu. Ternyata dari Sang Nyonya yang ingin emmberitahukan kalau akan ada orang datang mengantar kulkas yang baru. Dari jam setengah 4 sampai hampir maghrib kutunggu tapi sang pengantar kulkas tak kunjung datang. Akhirnya kuputuskan untuk keluar rumah menuju ke toko obat terdekat untuk membeli Albothyl mengingat stomatitis pada gusi saya yang nampaknya sudah cukup akut sampai-sampai hampir sebulan tak kunjung sembuh biarpun saya sudah mengkonsumsi vitamin c berdosis tinggi belakangan ini.
berkaitan dengan Albothyl ini ada sedikit cerita yang akan dituangkan lebih lanjut pada Blog setelah ini. Sepulang dari apotik saya sempatkan membeli segelas juice jambu di warung sebelah. Maghrib menjelang saat saya tiba kembali dengan selamat di kamar saya tercinta. Setelah menunaikan sholat maghrib saya kembali dengan aktivitas saya semula, nonton TV. kemudian terbersit suatu ide yang cukup baik, menyeterika!
Karena agak meragukan kualitas pendengaran saya kalau-kalau saat tukang kulkas datang saya tidak mendengar maka saya putuskan untuk mematikan TV dan mulai menyeterika. Baru beberapa potong baju diseterika tiba-tiba boneka Barbie abalan milik anak sang Nyonya yang sedang tergolek dengan pasrahnya di dalam sebuah box bayi itu mengeluarkan suaranya dengan menyanyikan \”Barbie Girl\”. Seketika itu juga saya rasakan suasana menjadi mencekam. Konon bukan pertama kalinya sang boneka berbunyi secara misterius padahal tidah ada sesuatupun yang menyentuhya. Seketika itu saya nyalakan semua lampu diruang tengah dan ruang tamu (maafkan aku negaraku tercinta, untuk sementara aku tak mendukung program penghematan listrik lewat \”17-22\”). Bodo amat sama hemat energi, namanya juga orang lagi takut! (dalam hati:sial,keberanian,dimanakah engkau? Aku begitu membutuhkanmu saat ini!Kenapa kau menghilang tanpa jejak saat ku begitu membutuhkanmu? Takkah kau iba melihatku seperti ini? Hanya bisa meringkuk di pojok kasur disebabkan boneka tak tahu diri itu! Lihatlah apa yang akan kulakukan kepada boneka itu esok pagi!) Sudahlah, saya putuskan untuk berdiam diri saja di kamar, setel TV sekencang-kencangnya!
Masih di tengah suasana mencekam malam ini, tiba-tiba
Tok..tok
tok
kudengar pintu depan diketuk. (Dalam hati:Ah, cuma halusinasi!)
Tapi ternyata suara ketukan pintu makin kencang.
Suara sudah berubah menjadi dok..dok..dok
(dalam hati lagi:kalau ada orang pasti Boni udah menyalak-nyalak!)
Suara ketukan pintu berhenti. (Dalam hati juga:hhhhh, bener kan cuma halusinasi!)
Tak sampai semenit kemudian terdengar lagi suara ketukan pintu. (tak lagi dalam hati, tapi dalam pikiran:Kalau ada orang pasti Boni udah menggonggong. jadi..,yang ngetok pintu orang atau…?)
Ya Allah, lindungilah hamba Mu ini dari godaan Syaithan yang terkutuk…
Di tengah kepanikan itu sayup-sayup kudengar
.,
\”Nganter kulkas mbak..!\”
Monyong!!!! Kirain siapa!!!
Sudahlah, setelah kepergian 2 orang pengantar kulkas itu kuputuskan untuk mengakhiri kesendirianku di malam ini dengan memejamkan mataku sampai hilang kesadaranku. Di penghujung malamku, untuk pertama kalinya kurindukan kehadiran kedua tetangga kamarku. Ncep.., Ncit
, aku merindukan kalian.., aku membutuhkan kalian..!
(Ya Allah, sudah 2 malam minggu ini aku mengalami kejadian yang agak kurang mengenakkan. Dimulai dengan tragedi boni dan yang kedua tragedi boneka bernyanyi. Ampunilah dosa-dosaku. Tunjukkanlah padaku jalan-Mu yang benar…)
drjt Berkata:
on April 10, 2008 at 7:38 am
devite et impera? dah pasti dia belajar dari penjajah belanda, lah…
(^_^)v
kacian banget…. keknya waktu kuliah ga pernah ngalamin yg kek gini, ya ndah? kek ga pernah punya pengalaman aja…. dah sering aku, ndah.
kl kesepian, segera kautelpon aku. niscaya aku akan datang menemanimu. huahahaha…
v(^_^)v